Saturday, November 19, 2016

Mungkin sudah jalanya

Jujur memang bahagia  ketika ada orang lain yang memberikan sikap baik untuk saya, bahkan bisa mengerti tentang kehidupan saya baik atau buruknya.
Belajar untuk mengerti tentang orang lain itu memang mengasyikan,
Ya belajar belajar dan belajar, karna hidup itu memang dituntut untuk belajar.
Ktika ada seseorang mulai care dengan saya, jujur saja saya sangat bersyukur.
saya juga tentu ingin belajar dan mengerti watak baik dan buruk DIA.
Tapi  entah kenapa, ego pada diri saya seketika itu muncul, ktika sseorang ingin mengajak ke jenjang yg lebih serius lagi.

apakah cara berpikiran saya terlalu jauh?
Ya mungkin,
  Mungkin...
Mungkin aku terlalu takut, menhadapi masa depan yang entah seperti apa bentuk nya, tanpa tau realita nya.
Mungkin sya terlalu khawatir dan takut, seseorang itu tidak bisa menerima keadaan ku, jika dia tahu tentang sifat burukku, tentang penyakit yang membuat saya tidak seperti orang lain.
Aku takut...
Aku takut...
Aku takut ya rabb
Ya rabb, bantu aku untuk  tentukan pilihan ku
Pilihan Untuk mnjadi pendamping hidupku
Cukup  satu saja ya rabb
Hadirkan satu orang untukku
Yang, bisa mnjadikan diriku lbih baik dan berada dijalan dan agamamu
Bisa memimbingku ktika aku kalut
Bisa merangkulku ktika aku terpukul
Bisa mengimbangi ku dalam setiap langkahku
Bisa mnjadi guru untuk anak2 ku kelak ..
Dan bisa mengajak menuju kebahiagian duniaku dan menuntunku menuju indahnya syurgamu.

Aku serahkan semuanya padamu ya rabb
Aku Mohon, berilah ketetapan hati untukku ya allah :)

Tuesday, September 27, 2016

Hope

Dipagi hari ini, aku selalu dan senantiasa berdo'a agar engkau kirimkan satu insan untuk menemani hari tuaku kelak, walau memang sulit rasa nya ku temukan, satu orang yang bisa mengerti akan sifat lahirku yang telah engkau takdirkan, terkadang kerap kali  aku menyalahkan keadaan, kenapa hidupku se susah dan serumit ini, adakah jalan keluar yang akan berakhir bahagia dan aku yakin itu ADa.
Walau entah kapan, tapi aku telah berusaha.
Selebihnya aku serahkan kepada penulis skenario terbaik dan aku yakin hidupku akan berkahir dengan baik pula.
Memang, untuk saat ini aku belum menemukan siapa yang terbaik itu?
Tapi, selama aku bisa berjalan di dunia ini, pasti aku bisa menemukan yang terbaik itu, dan memang, disepanjang perjalanan aku menemukan seseorang yang salah tapi dari situ aku belajar akan sebuah pertemuan dan keikhlasan,
Akan ada cerita baru bersama orang baru, walau kadang sulit untuk memulai sesuatu yang baru, tapi itulah hidup, penuh dengan kejutan dan aku umpakan itu semua adalah sekolah kehidupan yang ujian nya di luar dugaan yang datang tanpa terkaan, dan memang disitulah aku belajar akan arti kedewasaan sesungguhnya.
Hidupku harus tetap berjalan, walau tanpamu.
aku masih punya tuhan yang akan senantiasa melindungiku dan aku percaya DIA akan kirimkan orang yang terbaik untuku kelak.

Tuesday, August 30, 2016

Pagi yang datar

Pagi ini ku rasakan kembali setelah semalam aku rertidur begitu pulas,
"Alhamdulillah", ku ucap syukurku kepada yang maha kuasa.
Aku tarik nafas panjangku, masih teringat rentetan kejadian yang cukup menguras kesabaranku.

Masih belum sembuh luka, yg di digores oleh dia, yg hadir dan mengaku kenal sejak januari 2016, dan begitu bodohnya aku percaya.yang kenyataanya dia baik bukan untuk saya sja. kecewa memang, tapi. aku berusaha bangkit, aku yakin kan hati, bahwa aku bisa melangkah, hidup ngga berhenti disini, masih banyak prjalanan panjang yang belum tau aku akan dipertemukan dg orang-Orang baru.
Aku  mencoba membuka hati, dan fikiran, banyak teman dekatku yang menyarankan untuk berkenalan dang sosok sosok baru, aku pun mencoba, aku trima takdirku sebagai manusia yang berusaha dan berdo'a.
Hari hari ku seperti, berjalan di gelapan, yang tak ada cahaya sediktpun, hanya suara dan kekuatan fikiranku untuk berjalan, aku coba menjalani hubungan dengan orang yang belum tau  wujud dan wataknya, perkenalan memang selalu  menyenangkan, hingga akhirnya tau. Bagaimana wataknya walaupun sampai saat ini sya belum tahu bentuk aslinya, sprtinya tak itikad baik untuk mnjalani hubungan yg lebih serius.
Disisi lain ada bberapa orang baru yg tiba tiba datang melalui blcakberry messenger.
Aku mencoba ramah, kepada siapapun itu, hal baru yg tak pernah aku lakukan kpd lawan jenis dari dulu.
Hanya sekedar berkenalan menambah teman, itu tujuanku, hingga akhirnya akun 1 pertama ini mengajak untuk mengobrol santai,  hanya sekedar mnyambung silaturahmi niatku, pertmuan pun singkat pun terjadi hanya bberapa menit, saya memutuskan untuk pulang, mungkin karena tempat kurang nyaman. Ya ..
Aku nggaa biasa buat ngobrol dipinggir jalan, dan hanya duduk di kendaraan masing2. aku ngga mau image buruk terjadi pada saya.
Aku berniat mnceritakan akun 1 , ini pada sahabat dekat saya..
Kami berbincang seru, hingga  saya cukup kaget ternyata dia sudah beristri!
Wow!!!!. Dalam benak saya, untungnya saya cepat mengetahui semuanya, dan untungnya saya tidak prnh mlakukan dan membagikan apapun kpdny. karena Mungkin tuhan masih sayang kpd saya.
Hembusan nafas pnjangku, sedikit melapangkan rasa sesak didada.
Hingga akun 2 datang, yang juga sama ingin berjumpa dgn saya.
Aku mencoba  menerima ajakanya..
Sepulang kerja, saya berjumpa. Obrolan pun terjadi si sebuah tempat makan kecil yg cukup nyaman, kami bercerita. Dan memutuskan pulang stelah 1 jam share bersama, aku tak mau jd orang bodoh yang hanya diam dan percaya saja.
Aku mncoba brtanya dgn rekan sekerjaku yg kbetulan bertetangga dgn si akun 2 ,
Dan benar saja, dia sudah mempunyai wanita, iyaa
Walaupun mungkin blom ada ikatan, tapi setidaknya
Saya mmpunyai fikiran "saya dipermainkan lg".
"Salah apa aku, tuhan ?!" .
Hingga kau hadirkan orang yg berniat jahat kpda saya 😢.
Apa dosaku terlalu besar?
Sebesar apa, tuhan ? Apa bisa perbaiki?
Ataukah ada ucapanku yg menggores hati seorang manusia? Siapa tuhan? Biar aku meminta maaf.
Supaya jalanku dimudahkan,
Atau kah ada rencana baik? Yag seedang kau persiapkan untukku?
Aku mohon tuhan.....
Jangan jgn hadirkan orang yg salah, aku sudah lelah.
Dengan semua kisah semu
Dengan sandiwara wajah manusia.
Karena aku tak pandai membaca wajah, yang hanya modus dengan yang benar2 tulus. Hadirkan satu untuku ya tuhanku, orang benar2 tulus menerimaku disaat sehatku, merawat disa'at sakitku, mendampingiku disaat bahagiaku, merangkul disaat  dukaku, bahagia bersamaku, membenahi disaat salahku. Serta menuntunku agar tetap dijalanmu.

Saturday, July 16, 2016

Jangan terlalu baik

Jangan terlalu baik, jangan terlalu banyak berharap lebih, terutama kepada manusia, berharap manusia itu sakitnya amat sangat berat. Memang benar harus dengan allah just one allah.
Untuk ke sekian kalinya aku sakit hati. Memamg pertemuannya amat sangat singkat, tapi janji janjinya sangat hebat, ketika aku mulai percaya dengan kata katanya, dengan seenaknya dia bersama seseorang yg baru yang mungkin lebih baik dari saya.
Aku hanya manusia biasa
Aku bisa apa selain menitikan air mata tanda seorang manusia yg terluka karena kecewa
. Mungkin allah akan mengirimkan satu orang baik di kemudian hari untukku untuk menjadi imamku di hari depan. :) aammiin

Monday, March 28, 2016

Terimakasih untuk semua

Dan terungkap sudah, semua isi hati selama ini, memang hanya rasaku saja terimakasih sudah memberi warna dihidupku. dulu
Terimakasih sudah mengukir senyum di wajahku,dulu.
terimalakasih untuk hal kecil yang bisa membuat tawaku renyah, dulu.
Terimakasih untuk semangat hidupku dulu yang kau beri walau hanya dari senyum kecil dibibirmu.
Semua itu berarti sekali buat saya
Walau tidak buat kamu.

Maaf saya salah mengartikan kedekatan kita, maklum sedari dulu
Aku tidak pernah, kenal akan sosok laki laki begitu dekat.
begitupun kamu.
Aku tidak pernah berharap lebih dari kamu. Aku cukup tau diri
Dari perhatian sedikit yg kamu beri itu, kamu bisa mengubahnya menjadi rasa perhatian yang lebih aku berikan untuk kamu.
Rasa sayang, bermula ketika kamu mengunggah salah satu kata kata di media sosial mu, tentang perasaan.
Aku kira itu untuk aku.
Salahnya aku tidak berani bertanya.mungkin itu untuk seseorang dihati kamu? Saya tidak tahu.
Dan yang bodohnya aku mulai konsumsi semua katakata dan unggahan, di sosmed kamu.
Hingga pada suatu ktika kamu berfoto berdua , dengan lawan jenis
Jujur aku menitikan air mata.
Dan diam tanpa bertanya.
Aku bodoh
Sangaat bodoh..
Aku tak berani bercerita kepada siapapun.
Aku memilih diam dan mnyendiri.
Agar rasa ku tetap terjaga
Dan
Aku bisa tetap bersama kamu, tanpa rasa canggung.
Aku tidak berani ungkapkan itu semua..
Aku takut kamu berubah.
Tak  seorang pun tau tentang rasa ini, namun setelah kamu pergi.
Rasa itu semakin dalam, aku ikuti semua sosial media kamu.
Walau kamu tak setitik pun peduli.
Tapi tak apa, itu semua akses agar akau bisa komunikasi dengan kamu dan mengetahui keadaan kamu.

Dulu, aku pernah bercerita kepada kamu, disaat jam istirahat kerja, tidak tahu kamu ingat atau tidak? tepatnya di hari ulang tahun aku. Tak ada sesuatu yang istimewa, tidak apa2 aku terima.
Pada saat itu, kamu hanya minta untuk break dan traktiran kecil.
Ya, aku terima.
Aku tawarkan, tempat yang kamu ingini, nyatanya kamu hanya memilih warung kecil dengan makanan alakadarnya.
Disitu aku bercerita, aku ada tawaran untuk menjadi salah perawat di rumah sakit luar negri, kala itu aku masih satu tahun lebih bekerja bersama kamu.
Aku bercerita, tentang orang yang datang memberi tawaran itu, dan aku tolak.
" kenapa?? " pertanyaan itu yang berikan kepada saya.
Dan saya "tersenyum", dan berkata "aku ga betahan".
Dan kamu menjawab alakadarnya.
Tau kah kamu, dibalik jawaban saya, ada  kata " aku tidak mau pisah, dan kehilangan senyum kamu".

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, hingga aku dengar kamu berhubungan lebih dari sekedar teman dengan atasan kamu.
Jujur aku sedih.
Tapi aku ga pantas untuk marah, kepada siapapun itu. Tapi tidak apa2
kita jalani hari sebagai seorang teman saja.
Semakin hari semakin aku tidak mau kehilangan kamu, walaupun sesak didada ku ingin aku ucapkan semua itu.
Aku tetap saja tidak berani,
Hingga kamu pergi dari pekerjaan ini, dan memilih meninggalkan kota ini, tanpa pamit dari aku, aku tidak apa2.
Mungkin, terlalu banyak orang yang peduli sama kamu, hingga aku selalu yang terbelakang dan kecil dimata kamu. Kamu datang hanya meminta tolong ..
Tapi saya salah, saya mengartikan lebih.
Harusnya saya bertanya bukan  diam.

Kini bulanpun berganti tahun, kamu sudah berubah :)
Mnjadi kupu2 indah
Yang disukai oleh banyak kamu hawa.

Setelah beberapa tahun, kamu pergi dari tempat ini,aku mulai berani bercerita pada sahabat dekatku,
Satu persatu mereka mengajarkan ku, tentang bagaiman sikap yang harus dilakukan.
Salah satu nya ,
Ya...
Bilang sejujurnya saja.
Dan tetap aku tidak berani.
Tau kah kamu..
Aku selalu membanggakan kamu didepan meraka.
Kamu sempurna..
Bahkan terlalu sempurna buat aku.
Aku bercerita baik tentangmu didepan mereka.
Respon sahabat2 aku baik.
Walau tak tak tahu respon di dalam hatinya mengatakan "mungkin aku ini manusia bodoh".
Aku aku tak peduli, kenapa??
Karena rasa sayang aku.

Hingga aku berada di titik yang sangat lelah.
Hingga salah seorang sahabaku, merasa kasihan terhadaku, karena hidup di bayangi masa lalu yag mozaik.
Dia selalu memberi masukan baik,
Dan kadang mendesak aku untuk mngatakan sejujurnya kepadamu.
Tetap. "Aku tidak mau".
Karena apa? Walaupun hanya melalui sosmed, aku tetap canggung mengatakan hal yang serius kepadamu.
Tanganku tiba2 saja dingin, jika aku mengatakan sesuatu yang serius.

"TAPI SAMPAI KAPAN?" tanya sahabatku,
"Aku tidak tahu".. jawabku singkat.
Sampai pada suatu hari di melihat isi chat saya.
Dia melihat, ada salah satu chat saya yang ditujukan kepada kamu.
Dia izin kepada saya untuk mengetikan "kalimat"kepada kamu.
Sahabat saya, berinisiatif untuk membantu mengungkapn isi hati saya.
Yang selama 5 tahun mnjadi ganjalan hati saya.
Saya jawab "ya " .
Dia mulai mengetik.
Ditengah ketikan saya berubah fikiran dan berkata "jangan"
"Telat." katanya. satu kalimat sudah terkirim.
Tapi ya sudahlah tidak "apa2 " jawabku. Saya melanjutkan basa basi chat saya.
sembari menunggu satu sahabat saya yg lain.
Dan akhirnya kamu membalasa pesan dari saya, terlontar lah sebuah seluruh perasaan ku dulu yang terpendam.
Semua di ketikan oleh salah seorang sahabatku, tapi itu semua mewakili seluruh isi hati saya kepadamu.
Kamu pun menyampaikan permintaan maaf dan sayapun demikian,
Maaf, dari kamu untuk mnjaga perasaan sebagai seorang teman mungkin.
dan maaf dari aku untukmu karena aku salah mengartikan arti hadirmu selama ini.

Hhhhhhhhhhuft, tarik nafas dalamku seakan menahan pedih, yang ku tahan dihadapan kawan2 ku.
Tapi meraka tau apa yg dirasakan saat ini. Senyum ku terlihat palsu, wajahku mungkin terlihat sangat kecewa.
"Sabaaaarrr"..
Ungkap salah satu sahabat saya
"Saya juga pernah mengalami demikian, dan sakit rasanya", sambungnya.
Dia menganjurkan untuk menghapus semua akses pertemanan di sosmed, karena dia khawatir, kamu akan majang foto girlfriend kamu.
Tapi saya tetep kekeh, untuk tidak menghapusnya. Tak ada alasan kuat untuk memepertahankan akun akun kamu di sosmed, hanya saya ingin kamu melihat saya bisa bahagia tanpa kamu. Bahkan lebih dan sangat bahagia.

See, benar saja sehari selang ,aku megutarakan isi hati saya, kamu memajang foto girlfriend kamu.
"Ah, sudahlah", padahal bisa saja saya melakukan hal yang sama.
Tapi......
Ada hati yg sedang saya jaga saat itu.

Bukanya dendam, hanya berharap suatu saat kelak kamu akan rasa apa yang aku rasa.entah pada siapapun itu.

Aku akan tetap melanjutkan, perjalanan hidup saya.
Terimakasih banyak kepada tuhan, telah membukakan mata hati saya, agar tidak berharap pada manusia,
Terimakasih untuk sahabat, yang menyampaikan isi hati yang sudah lama terpendam lama.dan
Terimakasih untuk kamu yg mndengarkan saya saat itu.

:)

Saturday, February 13, 2016

Berada di titik lelah

Tuhan aku lelah
Aku pasrah
Atas semua kehendakmu, hanya ini yang bisa ku lakukan , beban ku sudah terasa amat berat, aku hanya manusia biasa, aku mencoba lagi dan lagi, aku terus berusaha hingga akhirnya aku menyerah, menyerah dengan keadaan ku yang semakin sulit, kehidupanku yang mulai rumit, dan masa depanku yang semakin tak terlihat.
Menangis mungkin saat ini hanya itu yang bisa aku lakukan, biarlah kulebur laraku dengan tangisku, dan kian terkubur oleh malam gelap, ku goreskan semuanya disini.
Karena tak ada lagi tempat ku meluapkan semuanya .
Ingin sekali rasanya seperti mereka, tapi aku tak sama mungkin aku tak seberuntung mereka, tapi dalam ajaram agamaku tidak boleh yang namanya ngeluh. Maaf kan aku ya rabb aku mengeluh.
Karna ku lelah aku bosan dengan tempat tinggal dengan mereka dengan semua yang membuatku lelahnl.
Akan kah kau akan kirimkan satu malaikatmu untukku, untuk hidupku?? Untuk menampung keluh kesahku.
Kapan ya rabb?? Dimana ??
Dengan cara kami akan dipertemukan.
Dengan cara apa aku dapat menemukannya.??

Saturday, January 30, 2016

Manusia memang manusia

Jengkel kesal dan marah
Itu tapi apa daya saya tak bisa apa apa kecuali menuangkan semuanya pada goresan ini..

Lelah ku seperti tak pernah ternilai dimata mereka, nilai rupiahpun yg ku berikan hanya sekilas iklan bagi mereka,
Kerja keras saya seakan hanya sekedar koma yang hanya memisahkan  setitik kata.
Ingin rasanya aku berteriak
Tuhaaaaaaaaaaaan........!!
Kapan tuhan kapan ??
Kapan kebahagiaan akan datang untukku.

Apa Lebih baik aku tak memberi secuil kebaikan untuk mereka?
Tak ada gunanya di mata mereka aku tak berguna ya mungkin tak berguna.
Sesikitpun
Atau itu hanya pandanganku??
Entahlah yang jelas aku merasa tak dianggap,
Seseuatu yang aku beri seperti fatamorgana saja yang bagiku itu terlihat nyata .
Argggh .