Monday, November 23, 2015

Dont judge book by this cover

Malam semua,
Kebetulan nih guys saya nulis hampir tengah malam kira kira, pukul 23:40 malam senin. Di minggu ke 3 bulan november 2015, dimana bulan orang yang saya sayangi akan berulang tahun.

Sudahlah, cukup tuhan dan saya saja yang tahu. 😀😀😀

Jadi gini yang menjadi ganjalan dihati saya, kenapa sih orang tuh suka  nge judge orang , tanpa dia tau kebenaran dari sumbernya.
Banyak orang suka saling tuding, itu yang saya ga suka. Mau di bilang apa?
Ngomong pun percuma, toh saya bisa apa? Ujungya nnti malah dibilang menggurui.
baiknya sih cukup jadi pendengar yang baik, berkomentar lah secukupnya, jangan membuat hati siapapun kecewa.
Terkadang jika kita melihat orang baru, di sekitar kita, kita hanya melihat tanpa mau bertanya, sekalinya bertanya itupun kepada orang lain, akhirnya komentar negatif pun sering terlontar, saya akui kadang saya pun sama, jika mendengar celoteh 1orang yang di lontarkan untuk 1 orang yang lain, tentang keburukannya, pasti kita akan menilai orang tersebut menjadi ikut2 an negatif,
Iia ngga??
😆😆
Kadang saya jadikan flasback sesaat , "jika posisi orang yang diberikan pandangan negatif jatuh pada pribadi kamu "?
Apa yang dirasa?
(Jawab pada pribadi saja?)
Itu yang menjadi tolak ukur saya menjudge orang.

Ada baiknya setiap sesuatunya ditanyakan pada sumbernya, dari pada sesumbar di mana mana, riya jatohnya kan ?? 😊😊😊😅(berasa bu ustadz),  so, saya sih lebih milih makan bakso dari pada dengerin ocehan gosip sana sini. Ahaha

Gitu sob, jangan pada ngegosip ya, ga bagus juga, mending kamu lihat faktanya, kalo udah liat fakta nya juga, ga bagus juga sesumbar,  apa lagi di sosmed , orang yang ga kenal kita lebih tau masalah kita ketimbang muka kita ??😬😢😯
Ya walaupun ga naif juga, waktu umur saya masih belasan tahun, saya sering banget meluapkan emosi saya di sosmed, sampai akhirnya saya sadar, itu hanya menjatuhkan harga diri saja, seperti saya bilang barusan, orang itu ngga semuanya ngejudge kita baik,ngga semuanya buruk juga,  yang mereka tahu kita di sosmed itu lagi  " marah " .
Apa pendapat mereka, ya terserah mereka bukan?? .

Terus lah berfikir positif. Tak ada manusia luput dari salah, pun tak mungkin jika dalam satu hari kita tak melakukan kesalahan, apalagi berminggu minggu sampai berbulan bulan,
Tapi  bisa kita belajar   di satu jam pertama  untuk tidak melakukan kesalahan dan menjudge orang
Dan bisakah berlanjut ke satu jam berikutnya hinga bulat menjadi satu hari?  sampai berminggu dan berbulan bulan ? 😑.

Yu mari bersama belajar.belajar ikhlas menerima kehidupan 😊.

Sensitif

Saya akui, saya sudah bekerja cukup lama di tempat itu kurang lebih sekitar 60 bulan saya bertahan dan mencari nafkah, tapi belum ada fasilitas nyata yang saya punya, mungkin hanya benda ini yang cukup berguna, untuk menggores setitik tulisan kecil, luapan emosi dan gundahan jiwa saya,
Tak dapat  aku bagi kecuali senyum kecut yang aku bumbui supaya terlihat segar di mata yang melihatnya, sempat terfikir untuk mencari kehidupan baru, tapi aku harus mulai dari mana, terlebih saya hanya lulusan dari sekolah menengah saja ,  kadang di pojok rumah.
Saya pandangi kehidupan sekitar,apa lagi yang harus di gali pada diri saya, agar saya bisa menghasilkan lebih?
terutama untuk keluarga saya, diusia yang sudah memasuki kepala dua ini, rasanya saya menjadi orang yang tak berguna, tak ada sesuatu yang saya berikan kepada keluarga, harapan di tahun 2016 akan pupus termakan usia, keinginan saya, ditahun ini sepertinya gagal.
Apa mungkin dalam 2017 aku akan mendapatakan yang saya inginkan,
Entah itu materi ataupun percintaan yang berlahan yang jelas menuju pelaminan? .
Saya tak tahu, yang jelas saya masih terus berjalan, mencari yang terbaik, kadang suka minder dan menjadi sensitif, jika ada mulut yang bertanya tentang kehidupan.
Saya merasa selama, ini tak ada perubahan , seperti semua diam ditempat, hanya yang berubah usia ku saja.
Aku bingung, harus stak dan diam ataukah melangkah. Kupandangi rumah rumah , di sekelilingku,
Ku lihat teman sebayaku, di sudah menggendong bayi mungil, ada juga yang membangun rumah bak istana,
Pertanyaaan pada diri pun sering terbesit, apa aku ikut jalan mereka untuk jauh dari keluarga?
Tapi....
Kadang keraguan masih, terlintas dalam fikiran saya,
Dan..
Sampai kapan saya akan seperti ini.
Tuhan...
Bantu aku..
Bantu aku..
Kemana arah kaki ku
Melangkah
Agar aku temui jalan kesuksesanku..
Tuhan ..
Bantu aku.

Friday, November 20, 2015

Curug ngelay desa begawat kec.selajambe kab.kuningan

Curug ngelai, berada di desa selajambe, kuningan. Pemandangan nya sangat amazing banget. Sayanya saya beserta teman tidak membawa kamera DSLR, jadi view nya tidak terlalu keliahatan banget, kami juga kurang handal, dalam hal pengambilan gambar. Tapi jika tampak mata sangat sangat indah sungguh memanjakan mata. Jarak tempuh dari lokasi kami start berangakat yaitu indramayu menuju kuningan, cukup jauh sekali sekitar kurang lebih 90Km.

Itupun belum termasuk perjalanan kaki menuju curug ngelay. Perjalanan kesana cukup sulit dan terjal 
Perjalanan menuju curug ngelay





Menuju lokasi, meleawati smp negeri 1 darma


Kebetulan perjalanan touring ini tidak ada satupun teman, dari laki laki kami berangkat dengan jumlah 4 orang, termasuk saya. Kami  masih meraba kemana jalan yang harus dilalui,  o, ia saya lupa ada seoarang teman diantara kami, yang memiliki rekan asal kabupaten kuningan ini, dia menghubungi rekannya ketika kami sudah mentok dan tak tau arah kemana lagi harus di tempuh, ketika ada sederetan anggota polri berada  di depadi depan kami.

 Akhirnya rekan yang di tunggu tiba di tempat kami terhenti. Singkat cerita rekan ini pun menjadi penunjuk jalan menuju desa selajambe kecamatan selajambe kabupaten kuningan, dia pun memberi tahu perjalanan masih 35 Km lagi untuk masuk ke curug yang kami tuju, saya hanya melongo, dan yang lain pun sama. Hahahahahaha

Dan rekan kami pun berlalu tanpa sempat berkenalan dahulu dan minta makan dahulu., aeh..
Dan kita ber4 seperti sudah mengenal jalan, roda motor pun bergelinding kembali, dan berpaju dalam gaspol kembali. Seperti 4 saudara yang mencari jati diri, tiap ada kelokan dan perempatan , kami bertanya pada penduduk desa.

Untungnya sang penduduk menjawab pertanyaan kami, sempat kami tersesat hingga 5 km terlewat dari lokasi, hingga kembali putar arah, tapi tujuan tetap satu, memanjakan sang kedua mata ciptaan sang kuasa.


Sampai, pada jalan kecil yang terdapat 3 arah jalan, dan kami menuju arah tengah untuk masuk, ke curug ngelay ini, disitu ada salag satu rumah warga yang dijadikan tempat penitipan sepeda motor kami, dan dilanjutkan dengan perjalanan kaki kurang lebih 500m dari tempat penitipan motor. jalanteruuuuuuus sampe lempoh  .


Disitu saya lihat ada saung kecil, dan terdapat seorang kakek tua berpakaian putih aga, dia menghampiri kami, dan dia menawarkan diri untuk menjadi penunjuk arah menuju curug ngelay, mungkin dia kunci kali ya,ups.
atau petani ?ya sudahlah

DIa juga mengantar kami, hingga pada puncak curug, serta memperingatkan kami agar tidak terlalu dekat pada bibir curug, licin katanya,
Dia pun membenahi sekitar curug, dan memangkas ilalang yang menggangu jalan kami, kebetulan pengunjung disini cuma kami lah 4 saudara yang tersesat, hahaha

Saya masih jamin curug ini masih jarang di jamah orang, hanya beberapa saja yang tau keberadaan curug ini, mungkin karena jarak tempuh yang lumayan juga. Kebetulan kami start dari indramayu-cirebon-hingga ujung kab. Kuningan.

Kami hanya berfoto sekitar 2 jam mengingat perjalanan pulang yang harus kami tempuh kembali.

Batu selamat datang desa selajambe -kuningan

Grovie bareng,  aku, mb kiki dan ayu si bapak pengen eksis juga .

Tambahan selfie kakek penjaga ikutan juga 

Selfie lagi ayu dan bu dayu


Kami kembali menuju perumahan dimana kami menitipkan sepeda motor, untuk beristirahat, dan sholat. Setelah selasai kami berpamitan untuk pulang dan berpacu dalam gaspol kembali.


Dalam, perjalalan pulang , kantuk pun mulai menghinggapi mata kami, sekuat kami menahan kantuk dan melewati tanjakan dan tikungan kembali, sampai pada titik tanjakan yang benar2 menikung teman kami tergulingdan jatuh bersama motornya, saya pun dan satu teman saya mengentikan motor kami, tak sadar motor yang di hentikan berada ditengah jalan, hahaha

DAn kebetulan ada seorang laki yang sedang melintas, dan menolong teman kami yangterjatuh, sempat bilang terimakasih, dan si penolong itu melanjutkan perjalananya, sayang banget ngga sempet minta pin bb nya hahaha. Padahal lumayan juga .


Ah sudahlah, kondisi teman kami kasihan juga, tapi syukurlah kami bisa melanjutkan perjalanan menuju kota manggaku. Dan alhamdulilah samapi di rumah masing masing menjelamg isya .
Kerja ajah cuma 8 jam, lah ini berangkat jam 7 balik jam 7 juga .h










Sunday, November 15, 2015

Aku tidak minta dilahirkan seperti ini

Malam ini pukul 22.05 minggu malam nopember 2015,15
Dalam acara mario teguh super show dalam tema "kapokmu kapan???"
Disitu saya liat ada seorang laki2 yang berusia 19 tahun dia berkuliah disalah satu universitas di riau, dia berukuran badan tidak terlalu besar (pendek) dia bernama megy, dia mengeluh kepada pak mario, bahwa hidupnya selalu diejek, dihina dan direndahkan.
kadang pada forum dikuliahan, keadaan berubah bketika celoteh hinaan keluar dari mulut salah satu temannya, di bilang  kecil, kurcaci dan masih banyak lagi katanya,
dan kadang dia ingin segera  keluar dari forum itu. dan kadang, ia sempat dalam berfikir untuk keluar dari zona forum tersebut, kadang dia pun menyendiri dirumah sempat terlintas difikirannya, ia merasa kurang pantas dan tidak sempurna menjadi manusia dalam forum tersebut, lantas pa mario bertanya
"Lantas manusia apa yang anda bilang sempurna pa megy??"
Megy tersenyum dan  berkata " tidak tau pak".
Pa mario pun tersenyum balik dan bilang " tidak ada manusia yang pantas dikatakan sempurna "  lantas bertanya kembali" lalu apa yang anda harus lakukan kepada teman2 anda?"
Megy pun bersahut " saya akan berterimakasih kepada mereka karena mereka menjadikan saya lebih kuat".
😉(wooow.........super sekali megy)
Ternyata benar ya kata kata dont judge book by this cover.

Pelajaran dari megy ini cukup menyentuh hidup saya, memang ini hidup, namanya juga manusia, selalu merasa kurang, dalam hal apapun , dari orang yang pendek, ingin tinggi, sudah tinggi ingin cantik, udah cantik ngeraa gendut malah diet , kelamaan diet masuk UGD , upssss 😆😷.
sudah cantik masih juga pake suntik ini lah itulah, sudah tau hasilnya buruk dan akhirnya nyesel. Dan nangis pula
Haduuuhh manusia
Apa aku juga termasuk ?? 😑☺😅Aku tak tau kawan. hahaha....
Begitupun dengan kaum lelaki,
Dari yang bodynya rendah pengen tinggi,yang tinggi pun merasa gendut akhirnya pengen ganti body dari yang one pack pengen jadi six pack, terus nge gym , udah tercapai semua malah lirikan mata sama pelatihnya ..
upps 😷.
Jatah buat aku ilang dah
Hihihihhi

Sudahlah lupakan itu semua,kembali kepada pibadi masing2, jangan pernah mengabaikan diri sindiri, feel comfort pada diri anda, mulailah menghargai diri sendiri angggaplah diri kamu luar biasa.
"Jangan  sepelekan keindahan diluar karena keindahan didalam dibantu dengan keindahan di luar " mtss.
dan jika kamu direndahkan  ingatlah kehidupan megy" sambung pak mario.

Saya terdiam sejenak sembari berfikir, apa hidup saya ini pantas
Ya allah???
Saya memandangi seisi kamar, teringat pula suasana diluar kamar yang berisi 2 adik kecil ku seperti upin dan ipin mereka lahir hanya jeda 2 tahun saja, sedang 1 adik perempuanku sedang mengadu nasib di kota tetanga, aku sendiri hanya seorang karyawan swasta di daerah saya, sedang bapak ibu ku hanya orang biasa , yang kesehariannya berada di rumah menjaga adik saya,
Jika usai kerja kadang ingin sekali nyenyak berbaring di kamar kecilku, tapi kadang ricuh kedua adik kecilku memecah suasana ku saja, kadang sempat berfikir untuk pergi dari tempat ini, tapi mau kemana lagi ??.
Ini lah tempat tinggal saya, sebising apapun.
Kadang ditambah dengan tangisan nenekku yang lumpuh , dia berada diruang tengah, kasihan juga memang, hidupnya.dia ingin di perhatikan lebih, tapi tak memungkina juga "cucumu juga lelah nek, maafkan aku" dalam hati saya bergumam.
sejak bulan april 2015 lalu nenek saya mengalami kelumpuhan ini, ingat sekali sebelum nenek saya seperti itu di jum'at malam hari pukul 21.30 an, di ngomel kepada saya, "kamu tuh nyuci ko malem malem, siange mendi bae, kalo pakean pada jatoh saya yang repot ".ujarnya,
Saya diam menahan rasa kesal cape dan marah, karena posisi perut kosong usai kerja di lanjut cuci baju, buat besok kerja kembali.
Omelannya ta kunjung usai, saking jengkelnya, saya nyeletuk.
"Diam, biarkan saja bila pakaian pada jatuh, tidur sana".
Dia malah makin ngomel, saya pun berlalu dan masuk rumah kembali, dia pun masuk kerumahnya, karena kebetulan rumah nenek saya berada di belakang rumah saya.
Dan saya ingat betul,di jum'at pagi
Ketika itu suasana shubuh masi terasa, saya masuk ke kamar kecil, terdengar suara tangisan, semakin jelas tangisan  itu memanggil suara sanak saudaranya, saya langsung bergegas keluar dan menunda wudhu saya, dan langsung membuka pintu belakang " nek buka pintu nya" .
"Tak bisa, dobrak saja pintunya"ujar sang nenek.
Saya pun berinisiatif untuk membuka pintu, hasilnya nihil, dan akhirnya saya berhasil  membuka jendela di salah satu kamar rumah nenek. Dan bergegas menuju sumber suara.
Tak diduga nenek saya, sedang tertelungkup sambil menangis, dia merasa tangan dan kaki kanannya tak bisa digerakkan, saya coba memopoh tapi tenaga saya tak sekuat hulk.
Akhirnya,
Saya lari kekamar ibu saya, "mah bangun," kataku sambil menjelaskan kejadian tadi.
Ibu ku langsung lari kearah pintu belakang dan masuk lewat pintu rumah nenek yag sudah kubuka dari dalam ruang,
dan kami memapah nya untuk masuk ke rumah kami.
Berbagai terapi sudah dijalani, tapu memang semua faktor usia, suasana tak berubah. Selang  3 bulan sang nenek lumpuh, ditambah pula dengan kejadian yang memukul kehidupan saya, sang ibu jatuh dari kendaraan roda dua, ketika ingin menindurkan kedua adik kecil saya.kejadian itu, terjadi ketika sang ayah sedang mencari nafkah di luar negeri, jadi dirumah hanya  ada adik perempuan saya saja, pas kejadian tak ada yang memberi tahu saya jika ibu saya mengalami trouble, saya tahu ketika pulang kerja,mendapati  lengan sang ibu sudah dibungkus perban , dan kayu penyangga dari rumah sakit.( saya tak tau namanya apa😆().

Lelah saya pun hilang, berganti menjadi tangisan yang aku tahan,
"Ya allah, cobaan apa lagi ini, kenapa keluarga saya, ini terlalu berat untuk saya ya rabb". Keluhku pada sang kuasa.

Sembari saya mengelap bercak darah yang masih tersisa di badan sang ibu.
Hari hari berlalu meski berat untuk dijalani,  ada beberapa rekab kerja yang sempat menjenguk ibu saya  (terimakasih banyak kawan 😊😀().
Dan mungkin yang kuasa sedang menguji keluarga saya untuk naik ke level yang lebih baik. Cobaan yang betubi2. Bulan pun berlalu.

Dan dua hari yang lalu pada 13 nop 2015, beban ibu, sedikit berkurang, entah kenapa, kakak dari sang ibu berinisiatif untuk memapah nenek, untuk tinggal dirumahnya, dan mengurusnya, akhirnya nenek saya bersama anak lelaki ke 3 nya, sang nenek sempat menangis dan meminta pulang kembali,
"kasihan memang" dalam fikirku,
"ya udah nnti klo ga betah di jemput lagi " ucap mamah.

Kami pun berpamitan dan berlalu menuju rumah kami, yang berbeda gang saja.

Dalam beberapa hari ini tak ada tangisan nenek lagi, tak ada suara perintah yang memaksa, tapi kadang suka kangen juga, teringat dulu sewaktu kecil hidupku, selalu di rawat di sayang , dan manja sang nenek (huuuh jadi pen 😭).
Karena sang ibu mengadu nasib, untuk mencukupi biaya  kehidupan kami.

Roda berputar terlalu cepat, tak terasa usia ku semakin menua, entah kepada siapa aku mengadu, selain kepadamu, ya rabb.

Fikiranku buntu. Kadang saya butuh insipirasi, dari orang di luar sana yang mengalami nasib yang sama.
Hanya untuk menyemangati diri saja,
Karena tak ada guna juga terus diam dan menyalahkan nasib seperti ini.
Teruslah berjalan,
Sampai tuhan berkata
"Waktunya pulang"...