Sunday, November 15, 2015

Aku tidak minta dilahirkan seperti ini

Malam ini pukul 22.05 minggu malam nopember 2015,15
Dalam acara mario teguh super show dalam tema "kapokmu kapan???"
Disitu saya liat ada seorang laki2 yang berusia 19 tahun dia berkuliah disalah satu universitas di riau, dia berukuran badan tidak terlalu besar (pendek) dia bernama megy, dia mengeluh kepada pak mario, bahwa hidupnya selalu diejek, dihina dan direndahkan.
kadang pada forum dikuliahan, keadaan berubah bketika celoteh hinaan keluar dari mulut salah satu temannya, di bilang  kecil, kurcaci dan masih banyak lagi katanya,
dan kadang dia ingin segera  keluar dari forum itu. dan kadang, ia sempat dalam berfikir untuk keluar dari zona forum tersebut, kadang dia pun menyendiri dirumah sempat terlintas difikirannya, ia merasa kurang pantas dan tidak sempurna menjadi manusia dalam forum tersebut, lantas pa mario bertanya
"Lantas manusia apa yang anda bilang sempurna pa megy??"
Megy tersenyum dan  berkata " tidak tau pak".
Pa mario pun tersenyum balik dan bilang " tidak ada manusia yang pantas dikatakan sempurna "  lantas bertanya kembali" lalu apa yang anda harus lakukan kepada teman2 anda?"
Megy pun bersahut " saya akan berterimakasih kepada mereka karena mereka menjadikan saya lebih kuat".
😉(wooow.........super sekali megy)
Ternyata benar ya kata kata dont judge book by this cover.

Pelajaran dari megy ini cukup menyentuh hidup saya, memang ini hidup, namanya juga manusia, selalu merasa kurang, dalam hal apapun , dari orang yang pendek, ingin tinggi, sudah tinggi ingin cantik, udah cantik ngeraa gendut malah diet , kelamaan diet masuk UGD , upssss 😆😷.
sudah cantik masih juga pake suntik ini lah itulah, sudah tau hasilnya buruk dan akhirnya nyesel. Dan nangis pula
Haduuuhh manusia
Apa aku juga termasuk ?? 😑☺😅Aku tak tau kawan. hahaha....
Begitupun dengan kaum lelaki,
Dari yang bodynya rendah pengen tinggi,yang tinggi pun merasa gendut akhirnya pengen ganti body dari yang one pack pengen jadi six pack, terus nge gym , udah tercapai semua malah lirikan mata sama pelatihnya ..
upps 😷.
Jatah buat aku ilang dah
Hihihihhi

Sudahlah lupakan itu semua,kembali kepada pibadi masing2, jangan pernah mengabaikan diri sindiri, feel comfort pada diri anda, mulailah menghargai diri sendiri angggaplah diri kamu luar biasa.
"Jangan  sepelekan keindahan diluar karena keindahan didalam dibantu dengan keindahan di luar " mtss.
dan jika kamu direndahkan  ingatlah kehidupan megy" sambung pak mario.

Saya terdiam sejenak sembari berfikir, apa hidup saya ini pantas
Ya allah???
Saya memandangi seisi kamar, teringat pula suasana diluar kamar yang berisi 2 adik kecil ku seperti upin dan ipin mereka lahir hanya jeda 2 tahun saja, sedang 1 adik perempuanku sedang mengadu nasib di kota tetanga, aku sendiri hanya seorang karyawan swasta di daerah saya, sedang bapak ibu ku hanya orang biasa , yang kesehariannya berada di rumah menjaga adik saya,
Jika usai kerja kadang ingin sekali nyenyak berbaring di kamar kecilku, tapi kadang ricuh kedua adik kecilku memecah suasana ku saja, kadang sempat berfikir untuk pergi dari tempat ini, tapi mau kemana lagi ??.
Ini lah tempat tinggal saya, sebising apapun.
Kadang ditambah dengan tangisan nenekku yang lumpuh , dia berada diruang tengah, kasihan juga memang, hidupnya.dia ingin di perhatikan lebih, tapi tak memungkina juga "cucumu juga lelah nek, maafkan aku" dalam hati saya bergumam.
sejak bulan april 2015 lalu nenek saya mengalami kelumpuhan ini, ingat sekali sebelum nenek saya seperti itu di jum'at malam hari pukul 21.30 an, di ngomel kepada saya, "kamu tuh nyuci ko malem malem, siange mendi bae, kalo pakean pada jatoh saya yang repot ".ujarnya,
Saya diam menahan rasa kesal cape dan marah, karena posisi perut kosong usai kerja di lanjut cuci baju, buat besok kerja kembali.
Omelannya ta kunjung usai, saking jengkelnya, saya nyeletuk.
"Diam, biarkan saja bila pakaian pada jatuh, tidur sana".
Dia malah makin ngomel, saya pun berlalu dan masuk rumah kembali, dia pun masuk kerumahnya, karena kebetulan rumah nenek saya berada di belakang rumah saya.
Dan saya ingat betul,di jum'at pagi
Ketika itu suasana shubuh masi terasa, saya masuk ke kamar kecil, terdengar suara tangisan, semakin jelas tangisan  itu memanggil suara sanak saudaranya, saya langsung bergegas keluar dan menunda wudhu saya, dan langsung membuka pintu belakang " nek buka pintu nya" .
"Tak bisa, dobrak saja pintunya"ujar sang nenek.
Saya pun berinisiatif untuk membuka pintu, hasilnya nihil, dan akhirnya saya berhasil  membuka jendela di salah satu kamar rumah nenek. Dan bergegas menuju sumber suara.
Tak diduga nenek saya, sedang tertelungkup sambil menangis, dia merasa tangan dan kaki kanannya tak bisa digerakkan, saya coba memopoh tapi tenaga saya tak sekuat hulk.
Akhirnya,
Saya lari kekamar ibu saya, "mah bangun," kataku sambil menjelaskan kejadian tadi.
Ibu ku langsung lari kearah pintu belakang dan masuk lewat pintu rumah nenek yag sudah kubuka dari dalam ruang,
dan kami memapah nya untuk masuk ke rumah kami.
Berbagai terapi sudah dijalani, tapu memang semua faktor usia, suasana tak berubah. Selang  3 bulan sang nenek lumpuh, ditambah pula dengan kejadian yang memukul kehidupan saya, sang ibu jatuh dari kendaraan roda dua, ketika ingin menindurkan kedua adik kecil saya.kejadian itu, terjadi ketika sang ayah sedang mencari nafkah di luar negeri, jadi dirumah hanya  ada adik perempuan saya saja, pas kejadian tak ada yang memberi tahu saya jika ibu saya mengalami trouble, saya tahu ketika pulang kerja,mendapati  lengan sang ibu sudah dibungkus perban , dan kayu penyangga dari rumah sakit.( saya tak tau namanya apa😆().

Lelah saya pun hilang, berganti menjadi tangisan yang aku tahan,
"Ya allah, cobaan apa lagi ini, kenapa keluarga saya, ini terlalu berat untuk saya ya rabb". Keluhku pada sang kuasa.

Sembari saya mengelap bercak darah yang masih tersisa di badan sang ibu.
Hari hari berlalu meski berat untuk dijalani,  ada beberapa rekab kerja yang sempat menjenguk ibu saya  (terimakasih banyak kawan 😊😀().
Dan mungkin yang kuasa sedang menguji keluarga saya untuk naik ke level yang lebih baik. Cobaan yang betubi2. Bulan pun berlalu.

Dan dua hari yang lalu pada 13 nop 2015, beban ibu, sedikit berkurang, entah kenapa, kakak dari sang ibu berinisiatif untuk memapah nenek, untuk tinggal dirumahnya, dan mengurusnya, akhirnya nenek saya bersama anak lelaki ke 3 nya, sang nenek sempat menangis dan meminta pulang kembali,
"kasihan memang" dalam fikirku,
"ya udah nnti klo ga betah di jemput lagi " ucap mamah.

Kami pun berpamitan dan berlalu menuju rumah kami, yang berbeda gang saja.

Dalam beberapa hari ini tak ada tangisan nenek lagi, tak ada suara perintah yang memaksa, tapi kadang suka kangen juga, teringat dulu sewaktu kecil hidupku, selalu di rawat di sayang , dan manja sang nenek (huuuh jadi pen 😭).
Karena sang ibu mengadu nasib, untuk mencukupi biaya  kehidupan kami.

Roda berputar terlalu cepat, tak terasa usia ku semakin menua, entah kepada siapa aku mengadu, selain kepadamu, ya rabb.

Fikiranku buntu. Kadang saya butuh insipirasi, dari orang di luar sana yang mengalami nasib yang sama.
Hanya untuk menyemangati diri saja,
Karena tak ada guna juga terus diam dan menyalahkan nasib seperti ini.
Teruslah berjalan,
Sampai tuhan berkata
"Waktunya pulang"...

No comments:

Post a Comment