Senyum untuk kehidupan
Terlalu indah memang, jika hari2 yang dijalani dengan senyum, bahkan hampir di setiap perusahaan mewajibkan karyawannya untuk tersenyum, tersenyum membuat masalah besar dikerat mnjadi kecil, bahkan hampir sebagian masalah selesai jika dibarengi senyum.
Setiap hari, saya bertemu dengan orang orang baru, wajah mereka tak semuanya, ramah tapi saya harus bisa memasang wajah ramah kepada siapapun, tak peduli hati sedang kalutpun.
Aku memang terlihat tegar tapi aku tak setegar apa yamg mereka kira, aku rapuh, tanpa sandaran, aku mulai sadar kini aku sendiri , dia yang aku sayangi bertahun tahun pergi, dan mengabaikan rasa ini akankah tuhan akan memberikam kesempatan walau hanya secuil, untuk berjumpa dengan dia dan mengucapkan apa yang aku rasa , sebelum semuanya terlambat, walau kini hati hampa sudah kurasa.
Memang kasihan juga jadi aku, harus bisa berkorban untuk sesuatu yang sangat kecil, bahkan untuk smua itu harus bisa lebih bersabar untuk semuanya. Tak ada yang bisa aku percaya selain sang pencipta, disanalah aku bersimpuh, mengadu, marah, menangis, dan berdoa.
Dan aku berharap, takdirku seindah harapanku, dan harapan tak hanya dengan berpangku tangan untuk meraihnya, harus dengan usaha dan kerja keras.
Aku berterimakasih untuk mereka yang hanya datang padaku ketika butuh,karena dari situ aku belajar keikhlasan, dari mereka yang mengujat dan mengina serta meremehkanku, karena dari situ aku belajar kesabaran.
Meski kata tak semudah perbuatan, aku yakin ada tangan-tuhan yang akan memberikan setetes kebaikan.
Hati mereka tak terbuat dari batu, aku yakin itu, semua hanya sifat manusianya, entah manusia itu yang akan merubahnya, atau menunggu tuhan yang akan melakukanya.
Hanya takdir lah yang tahu.
Aku mulai pagi ku kembali, setelah hilang malamku.
Perjalananku bukan hanya hari ini, tapi besok lusa dan seterusnya.
Lupakan semua yang mengkerdilkan jiwa keberanianmu.
Wiwi april
:)
No comments:
Post a Comment